Minggu, 30 Januari 2011

MEDIA SECARA GARIS BESAR

MEDIA SECARA GARIS BESAR

Media adalah kumpulan zat ortganik ataupun anorgaik yang digunakan untuk menumbuhkan bakteri dengan syarat-syarat tertentu. Adapun syarat tersebut adalah sebagai berikut :

  • Susunan makan
  • Tekanan osmosis
  • Derajat keasaman
  • Temperatur
  • Sterilisasi

Di laboratorium mikrobiologi dikenal berbagai macam perbenihan sesuai dengan kebutuhan bakteri. Medium tersebut terutama tersusun dari bahan-bahan penyusun tubuhnya sendirimisalnya air, pepton, protein, kabrohidrat, garam, mineral dan lain sebagainya.

Secara singkat dapat dikatakan bahwa kegunaan medium (perbenihan) dalam laboratorium adalah sebagai berikut :

  • Untuk pembiakan dengan tujuan memperbanyak bakteri yang dicari
  • Isolasi bakteri agar didapat bakteri yang murni
  • Menyimpan bakteri yang telah murni dalam waktu yang lama untuk keperluan sehari-hari
  • Mengetahui sifat-sifat pertumbuhan bakteri


 

PENGGOLONGAN MEDIA

  1. Secara garis besar dikenal ada dua jenis media, yaitu :
  • Media hidup

    Media hidup digunakan untuk menanam/isolasi virus. Disamping itu, sering pula media hidup digunakan untuk mengetahui sifat-sifat tertentu dari bakteri, misalnya untuk mengetahuijenis bakteri E. colli yang patogen yang menggunakan tikus putih yang berumur 3-7 tahun. Kebanyakn virus hanya dapat ditanam pada bagian tertentudari binatang, misalnya ginjal kera, embrio ayam dan lain-lain.

  • Media buatan

    Media buatan adalah media yang dibuat dari kumpulan zat tertentu baik yang bersifat anorganik maupun organiksesuai dengan kebutuhan bakteri yang dibiakan itu sendiri.

  1. Menurut konsistensinya dikenal terdapat tiga jenis, yaitu :
  • Media padat (solid)
  • Media setengah padat (semi solid)
  • Media cair
  1. Menurut isi dari media, yaitu :
  • Media basal

    Digunakan untuk membuat media yang lebih kompleks. Media basal dibagi menjadi dua, yaitu basal padat dan basal cair.

  • Media campuran

    Dalam pembuatan media, selain media basal, juga sering dicampurkan dengan media campuran sesuai dengan kebutuhan bakterinya.

  1. Menurut tingkatannya dibagi menjadi dua, yaitu :
  • Media sederhana

    Didalamnya hanya terkandung zat kimia yang sederhana saja, misalnya gula-gula, alkali pepton.

  • Media kaya

    Didalamnya mengandung zat kimia organik tingkat tinggi, seperti serum, darah dan telur

  1. Menurut penggunaannya dibedakan menjadi beberapa bagian, yaitu :
  • Media kaya

    Digunakan untuk mendapatkan media yang tidak dapat tumbuh dengan media sederhana saja, misalnya Gonococcus, Streptococcus, Pnemococcus dan lain-lain.

    untuk mikroba diatas membutuhkan penambahan zat yang berasal dari makhluk hidup, misalnya darah dan telur.

  • Media selektif

    Media ini memiliki susunan sedemikian rupa, sehingga mikroba yang dicari akan tumbuh dengan koloni yang khas sedangjan mikroba yang lain kurang khas.

  • Media ekslusif

    Media ini dibuat sedemikian rupa agar mikroba tertentu dapat hidup, misalnya dengan membuat pH menjadi sangat alkali atau menmbahkan antibiotik kedalamnya.

  • Media pembiakan

    Digunakan bilamana dalam suatu material adanya kuman yang dicari dalam jumlah sangat sedikit atau disamping jumlah kuman yang dicari sangat sedikit juga terdapat kuman lain dalam jumlah besar.


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     

DAFTAR PUSTAKA

Kurniati, iis. 2009. Penuntun & Jurnal Praktikum Media dan Reagensia. Sekolah Tinggi     Analis Bakti Asih: Bandung.

MEDIA MIKROLOGI

Media dan Reagensia
Gimana sieh buat bikin media mikrobiologi ama reagensia ??

Kata buku yang saya baca, pembuatan media dengan pembuatan reagensia itu hanya berbeda pada saat prosesnya saja. Proses apa ?? Yaitu proses sterilisasi nya... pasti bagi yang belum mengetahui apa itu sterilisasi, bertanya-tanya... Sterilisasi itu proses dimana terjadinya pensucihamaan suatu alat atau media mikrobiologi dari bakteri bakteri baik yang bersifat patogen maupun bukan patogen. Nah, sekarang balik lagi ke tahapan-tahapan pembuatan media mikrobiologi.

Tahap pertama adalah sterilkan semua alat-alat yang akan di gunakan, misalnya erlenmeyer glass, cawan petri, beker glass, piper seukuran, pipet ukur atau segala alat gelas yang akan diperlukan. Tahap kedua adalah timbang media yang akan dipakai, misalnya media agar nutrien, TSB, TSA, atau MC sebanyak yang di butuhkan. Tahap ketiga yaitu penghomogenan larutan. Maksudnya adalah pelarutan media tersebut di atas dengan zat pelarut, misalnya dengan aquades atau zat pelarut lainnya. Tahap keempat, pindahkan media yang telah larut tersebut ke dalam tempat yang sesuai dengan kegunaannya. Tahap kelima, bungkus tempat-tempat media dengan kertas koran atau alat pembungkus yang terbuat dari kertas dengan rapi. Tahap keenam, masukan media-media yang sudah terbungkus itu ke alat pensteril, seperti otoklaf dengan suhu 121°C selama 15 menit.

Cara pengerjaan pembuatan reagen dan media tidak jauh berbeda, berikut tahapan-tahapannya.

Langkah awal, adanya pengukuran. Pengukuran di bedakan menjadi dua bagian, yaitu pengukuran dengan alat gelas dan pengukuran dengan alat timbang. Pengukuran alat gelas secara kualitatif dan secara kuantitatif. Secara kualitatif, misalnya dengan gelas ukur dan pipet ukur. Sedangkan secara kuantitatif, misalnya labu ukur dan pipet seukuran. Pengukuran dengan alat timbang pun ada secara kualitatif dan kuantitatif. Secara kualitatif, misalnya dengan timbangan teknis, sedangkan neraca analitis digunakan untuk penimbangan secara kuantitatif. Langkah kedua, dengan penghomogenan atau pelarutan larutan dengan zat pelarut baik yang bersifat polar maupun non-polar. Selanjutnya dengan melakukan pemindahan larutan yang sudah dihomogenkan ke dalam tempat yang sesuai, misalnya larutan AgNO disimpan di botol gelas berwarna gelap, zat-zat yang bersifat basa disimpan di botol yang terbuat dari plastik. Setelah di tempatkan, beri label atau identitas di botol tersebut.

Sekarang, mari kita bahas mengenai reagensia yang lebih spesifik lagi. Awal pembahasan ini, kita akan membahas mengenai fungsi-fungsi dari reagensia. Fungsi reagensia dibagi menjadi dua, yaitu berdasarkan wujud dan berdasarkan kualitasnya.



BERDASARKAN KUALITAS
KUALITATIF
KUANTITATIF
Larutan cair pekat
dalam pelarut cair
Larutan Baku Primer
Larutan gas
dalam pelarut cair
Larutan Baku Sekunder
larutan gas dalam gas
Larutan Baku Persediaan
larutan persediaan (stock) pereaksi kualitatif